MANFAAT SHALAT DHUHA

Terima kasih pada para sahabat yang selalu senantiasa berpartisipasi pada blog ini. Tidak bosannya penulis mengucapkan terima kasih kepada sahabat yang meminta request untuk menuliskan beberapa artikel, namun sebelumnya penulis mohon ma'af karena blog ini bernuansa ISLAM jadi hanya menampilkan artikel tentang ISLAM dan untuk request driver/ software/ dan segala macam bentuk dalam bidang teknologi tidak bisa di publikasikan di sini. Silahkan untuk menghubungi penulis langsung jika ingin mengetahui dunia IT silahkan invite via BBM terima kasih.
Pada kesempatan ini penulis mencoba membahas tentang manfaat Shalat Dhuha yang telah dihimpun dari beberapa referensi.
Hadits Abu Hurairah menunjukkan sunahnya Shalat Dhuha dimana beliau berkata :
Kekasihku~ yaitu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam- mewasiatkan tiga nasehat padaku: (1) berpuasa tiga hari setiap bulannya, (2) melaksanakan shalat Dhuha dua raka’at, dan (3) berwitir sebelum tidur.
HR. Bukhari no. 1981 dan Muslim no. 721
Adapun manfaat dari Shalat Dhuha antara lain :
  • Untuk kesehatan
1. Merupakan olah raga tanpa kita sadari
Tanpa kita sadari waktu Shalat Dhuha itu memang waktu yang baik untuk berolah raga dan dengan gerakan Shalat kita telah berolah raga yang berarti berolah raga sekaligus mendapat pahala...
2. Melancarkan peredaran darah
Seperti yang kita tahu bahwasanya gerakan Shalat sangat baik untuk kesehatan dan jika kita melakukan Shalat Dhuha berarti sama saja halnya kita meregangkan oto dan sendi di pagi hari...
3. Menormalkan produksi hormon
  • Untuk rohani
1. Membuat jiwa lebih tenang
Dengan melaksanakan Shalat Dhuha sama saja dengan menenangkan pikiran di pagi hari karena dengan wudhu yang membersihkan muka dibarengi dengan gerakan Shalat dan bacaan yang mengingatkan kita kepa ALLAH S.W.T jadi akan membuat kita lebih tenang dalam memulai dan melakukan aktivitas...
2. Menghilangkan stress
Berbagai tekanan kerja atau aktivitas lainnya bisa saja membuat kurang tidur dan kurang nyaman dan waktunya Shalat Dhuha akan merefresh kembali serta mengendorkan urat syaraf yang membuat pikiran kalut...
  • Untuk kecantikan
1. Membersihkan wajah
Sesungguhnya dengan berwhudu dan terbasuhnya muka di pagi hari akan membuat fresh di tambah lagi dengan gerakan Shalat Dhuha yang membuat peredaran darah menjadi lancar ke bagian kepala...
2. Membuat wajah terlihat berseri-seri dan merona
Pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berolah raga sehingga peredaran darah lancar maka Shalat Dhuha adalah yang paling tepat dilakukan karena akan melancarkan darah ke bagian kepala yang akan membuat wajah merona...
  • Untuk kesuksesan
1. Membuka pintu rezeki
Pagi hari adalah awal untuk melakukan aktivitas jadi alangkah baiknya sebelum memulai aktivitas tersebut kita melakukan Shalat Dhuha agar didalam mekukan aktivitas kita selalu di ridhoi oleh ALLAH. S.W.T
Firman ALLAH S.W.T  dalam QS. Al-Qashah : 77 yang artinya :
Carilah apa yang telah dianugerahkan ALLAH kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi
Nmun yang perlu kita ingat bahwa ada salah satu ayat menyatakan bahwasanya kita perlu untuk selalu beramal
Firman ALLAH S.W.T dalam QS. Hud :15-16 yang artinya :
Siapa yang menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya maka Kami berikan imbalan amal mereka di dunia dan tidak dikurangi. Mereka itulah orang-orang yang hanya akan mendapatkan neraka diakhirat dan terhapuslah segala yang telah mereka lakukan dan batal perbuatan yang telah mereka lakukan
Demikianlah beberapa manfaat yang bisa kita peroleh dari Shalat Dhuha jadi beruntunglah bagi sahabat yang terbiasa melaksanakan Shalat Dhuha. Semoga kita selalu dalam lindungan ALLAH S.W.T Aamiin... ^^

JIN DAN MANUSIA

Terima kasih kepada sahabat yang meminta request tentang pembahasan jin dan manusia. Maka dalam kesempatan ini yang bertepatan dengan Bulan Ramadhan 1436 H penulis mencoba menjabarkannya dari beberapa referensi yang penulis tahu…
Dalam kehidupan modern seperti sekarang ini tentunya banyak manusia mengatakan bahwa hal mistik itu adalah tabu dan banyak yang tidak mempercayai nya. Namun di sini penulis mencoba memberitahu anda suatu rahasia dimana orang yang mengatakan dari mulutnya hal yang tabu dan tidak masuk akal itu lah lebih mempercayai mistik ketimbang orang yang biasa-biasa saja. Pertanyaannya mengapa mereka dengan gamblang mengatakan tidak percaya atau itu semua hanya bohong belaka maka jawabannya hanya satu mereka takut kedoknya terbongkar.
ALLAH S.W.T berfirman yang artinya :
Tidaklah Kuciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku
QS. Adz-Dzariyat: 56

Maka dari potongang ayat diatas kita sama-sama mengetahui bahwa keberadaan jin itu memang benar adanya.
Diantara jin dan manusia ada dinding pembatas yang mana manusia tidak bisa melihat jin namun sebaliknya jin bisa melihat manusia akan tetapi walaupun demikian bukan berarti jin itu lebih hebat dibanding manusia sebagai bukti :
ALLAH S.W.T berfirman yang artinya :
Maka tatkala Kami menentukan kematiannya, sekali-kali tidak ada yang menunjukkan kematiannya kepada mereka selain rayap bumi yang memakan tongkatnya, lalu tatkala tongkat itu jatuh, jin-jin mengetahui dengan jelas bahwa seandainya mereka mengetahui yang ghaib, mereka sekali-kali tidak akan tetap dalam azab yang menghinakan.
QS. SABA' :15

Dari ayat diatas jelaslah kita tahu bahwa yang memberitahu mereka tentang meninggalnya Nabi Sulaiman adalah rayap bumi yang memakan tongkatnya. Lalu mengapa pada zaman sekarang masih ada manusia yang meminta pertolongan terhadap jin? Mungkin pertanyaan ini simple namun kita semua hanya akal sehatlah yang mampu menjawabnya dan kita juga mengetahui bahwa jin itu terbagi kepada dua golongan yaitu jin muslim dan jin kafir. Dari sekian banyak yang menyesatkan mereka berasal dari jin kafir yang bisa membantu para dukun untuk melancarkan setiap siasatnya. Namun yang perlu kita ingat disini bahwa bagi siapa saja yang pernah mendatangi dukun maka bersiaplah untuk amalan ibadah yang tidak akan diterima oleh ALLAH S.W.T selama 40 hari ke depan. Lalu bagaimana jin dan manusia bisa bersinggungan?
Ada beberapa faktor yang membuat keduanya bersinggungan diantaranya:
  1. Jin dikirimkan oleh orang lain
  2. Jin memang dikehendaki oleh dirinya sendiri kedatangannya dan memang sengaja dipanggil
  3. Kebiasaan dari manusia itu sendiri yang membuat jin mengikutinya
  4. Kelalaian dari manusia itu sendiri yang belum bisa membentengi dirinya dari gangguan jin
  5. Karena jin usianya lebih panjang kemungkinan jin sudah mengikutinya sejak kecil
  6. Faktor keturunan
Selanjutnya mari kita bahas apa tandanya jika manusia bisa dicintai oleh jin?
  1. Seorang pria yang dicintai oleh jin akan mempunyai sifat sedikit tidaknya layaknya seorang wanita
  2. Lebih suka menyendiri dan tidak suka berada ditempat ramai apalagi anda sampai menjadi topic pembicaraan maka jika anda sedang diperbincangkan ada anggota tubuh yang akan bergerak dengan geram
  3. Suka berkhayal mengenai kisah romantis yang sedang berkasih sayang
  4. lebih suka berjalan sendiri pada malam hari
  5. Lebih suka duduk dibawah terangnya sinar rembulan malam
  6. Terkadang ada perasaan sedih menghampiri dan anda larut didalamnya bahkan tanpa anda sadari anda pun meneteskan air mata
  7. Terlalu mudah untuk anda mencintai lawan jenis meskipun anda cuma melihat lawan jenis tersebut sewaktu berpapasan jalan saja
  8. Sewaktu akan tidur merasa didatangi oleh lawan jenis yang mungkin anda kenali ataupun tidak
  9. Sering bermimpi didatangi oleh lawan jenis dan diajak untuk bercinta atau bagi para wanita terasa seperti di perkosa
  10. Dalam keadaan yang munkin anda tidak bisa mengendalikan diri anda sendiri bisa jadi jin ini akan menjadi seorang manusia dan anda nyata melihatnya lalu anda pun bercinta dengannya dan ini adalah hal fatal yang pernah terjadi di dalam kehidupan anda
  11. Pada waktu terbangun pada pagi hari anda merasa ada yang menemani anda tidur selama semalaman
  12. Dalam keadaan terbangun juga anda baru sadar sepertinya melakukan hubungan intim pada malam harinya walaupun anda tidur seorang diri
  13. Pada wajah anda ada suatu cahaya yaitu aura yang lembut dari jin tersebut sehingga menjadi pelembut bagi orang yang melihat anda
  14. Jika anda dalam kondisi lemah dan tidak terjaga dalam iman maka hal buruk bisa terjadi yaitu anda bisa kerasukan olehnya
  15. Selalu merasa ada yang mengikuti kemanapun anda pergi
  16. Biasanya pada jam tertentu dan dari jarak pandang yang agak jauh maka orang lain akan melihat anda seperti berjalan berdua meskipun anda seorang diri
  17. Parahnya jika anda diikuti oleh jin yang menyukai anda dan jin tersebut tergolong kepada makhluk yang suka cemburu maka berhati-hatilah karena dia akan menghalangi anda untuk menikah dan seandainya anda menjalin kasih maka dia akan mencoba untuk memisahkan kalian berdua karena dia menganggap kekasih anda telah merebut anda darinya
  18. Seandainya anda telah menikah maka kehidupan rumah tangga anda akan terasa kurang tenang dan antara suami isteri akan merasa ada suatu penghalang keharmonisan dalam berumah tangga sehingga menyebabkan pertengkaran antara suami dan isteri
  19. Nafsu syahwat terasa naik secara tidak menentu tanpa melihat situasi dan kondisi
  20. Jika anda mempunyai anak maka tidak tertutup kemungkinan anak anda juga bisa diikuti layaknya seperti anda karena usia jin lebih lama dibanding manusia
  21. Jika anda laki-laki maka akan ada tanda atau anda akan merasa sakit pada dada anda
Nah penulis yakin para sahabat ingin tahu bagaimana caranya agar tidak diganggu oleh makhluk lain. Sesungguhnya ada banyak macam cara yang bisa kita lakukan agar kita tidak diganggu oleh makhluk lain dan pastinya dengan cara perkuat iman dan taqwa kita terhadap ALLAH S.W.T dan para sahabat juga bisa mencari dari referensi lain mengenai ayat apa saja yang bisa untuk membentengi diri dari gangguan makhluk lain. Maka setiap memulai melakukan sesuatu maka dimulailah dengan membaca BASMALAH dan bacalah surat yasin setelah shalat maghrib dan shalat shubuh serta perbanyak shalat tahajjud di malam hari maka INSYA ALLAH kita akan dilindungi oleh ALLAH S.W.T namun jika anda sudah merasa jauh terjerumus dan merasa susah untuk melepaskan diri dari gangguan jin maka lakukanlah ruqyah. Ruqyah juga bisa dilakukan secara pribadi maupun dengan cara pertolongan orang lain namun yang perlu anda ingat ruqyah selalu membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an tanpa menambahkan kata-kata lain yang mungkin kita sendiri tidak mengerti bahasanya, namun apabila kita menemui hal tersebut sebaiknya anda menghentikan niat anda karena siapapun dia dan apa panggilan dia dipanggil oleh orang lain tetap saja itu bukan ruqyah secara agama Islam. Semoga kita tergolong kepada orang-orang yang di ridhoi dan selalu dilindungi setiap langkah kita oleh ALLAH S.W.T Aamiin... :)

SEJARAH PUASA RAMADHAN

Terima kasih sebelumnya buat sahabat yang telah memberikan kesan positive pada blog yang telah di publikasikan ini. untuk itu pada kesempatan kali ini penulis mencoba untuk menulis sejarah dari puasa ramadhan sesuai permintaan seorang sahabat yang telah mengirimkan permintaan lewat email. Dari beberapa sumber yang telah dikumpulkan penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut.

Salah satu hadits NABI MUHAMMAD SAW yang paling terkenal tentang rukun Islam adalah "Islam didirikan atas 5 perkara"
1. Bersyahadat bahwa tidak ada Tuhan selain Allah SWT dan bahwasanya Muhammad adalah utusan-Nya
2. Mendirikan Shalat
3. Menunaikan Zakat
4. Berpuasa di Bulan Ramadhan
5 Melaksanakan Haji bagi yang mampu


Hadits tersebut sangat populer di kalangan muslim karena menjadi tiang atau dasar bagi sendi-sendi syariat ISLAM. Selain karena menjadi tiang, alasan kepopuleran lainnya adalah karena NABI MUHAMMAD SAW menjelaskan rukun-rukun itu ketika malaikat JIBRIL yang menjelma menjadi seorang pemuda menanyakannya.


Kata Ramadhan yang mempunyai asal kata Ramadlan berasal dari akar kata dasar r-m-dl, atau ra-mi-dla yang berarti panas atau panas yang menyengat. Kata itu berkembang –sebagaimana biasa terjadi dalam struktur bahasa Arab. Dan bisa diartikan menjadi panas atau sangat panas dan bisa juga dimaknai hampir membakar. Jika orang Arab mengatakan Qad Ramidla Yaumuna, maka itu berarti hari telah menjadi sangat panas. Ar-Ramadlu juga bisa diartikan panas yang diakibatkan sinar matahari. Ada pendapat yang menyatakan bahwa Ramadlan adalah salah satu nama Allah SWT. Tetapi, penulis merasa pendapat ini lemah karena tidak memiliki argumentasi literal.

Demikianlah istilah bulan Ramadlan diambil dari kalimat ramidla-yarmadlu, yang berarti panas atau keringnya mulut dikarenakan rasa haus. Keterangan-keterangan tentang lafadz Ramadlân ini disampaikan oleh Muhammad bin Abu Bakar bin Abdul Qadir Al-Razi [w. 721 H.] dalam kamus Mukhtâru-sh-Shihhah dan Muhammad bin Mukarram bin Mandzur Al-Mashri [630-711 H.], yang terkenal dengan sebutan Ibnu Mandzur, dalam karya monumentalnya, Lisanu-l-‘Arab.

Sedangkan puasa dalam bahasa Arab disebut Shiyam atau Shaum yang keduanya sama-sama kata dasar dari kata kerja Shaa-ma, yang secara etimologis berarti menahan dan tidak bepergian dari satu tempat ke tempat lain [Al-Syaukani, 1173-1255 H., Fathu-l-Qadir]. Shiyam atau Shaum merupakan qiyam bila ‘amal, yang berarti beribadah tanpa bekerja. Dikatakan tanpa bekerja karena puasa itu sendiri bebas dari gerakan-gerakan [harakât], baik gerakan itu berupa: berdiri, berjalan, makan, minum dan sebagainya. Sehingga, Ibnu Durayd –sebagaimana dinukil dalam Al-Âlûsî– mengatakan bahwa segala sesuatu yang diam dan tidak bergerak, berarti sesuatu itu Shiyâm, sedang ber-puasa. Selain itu, puasa sebagaimana penulis sebutkan di atas berarti ‘menahan’ dari sesuatu pekerjaan. Dan ‘sesuatu’ itu telah ditentukan oleh syariat. Dengan begitu, dalam syariat, puasa memiliki pengertian tersendiri.
Makna puasa yang menahan ini juga terlihat jelas tatkala kita menelusuri sejarah bahasa shiyam atau Shaum.

Ibnu Mandzur, pakar sejarah bahasa Arab yang hampir tiada duanya, dalam hasil pelacakannya atas asal-muasal kata, mendefinisikan Shaûm sebagai hal meninggalkan makan, minum, menikah dan berbicara. Definisi ini adalah definisi paling asli dan sahih dalam sejarah bahasa Arab. Ini cocok dengan keterangan Al-Qur’an, misalnya, pada kisah Sayyidah Maryam saat menjawab cemoohan-cemoohan orang-orang kepadanya, "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk ALLAH S.W.T Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini [QS. 19:26]. Puasa yang dimaksud Sayyidah Maryam di situ adalah “menahan untuk tidak bicara.

Di sini, sifat menahan menjadi titik atau letak perbedaan antara puasa dengan amal ibadah yang lainnya. Apapun amal ibadah seseorang, pasti akan dapat diketahui dari sisi dhâhir atau luarnya, seperti shalat, haji dan sebagainya. Tetapi, untuk puasa tidak bisa diketahui dan tidak bisa diperlihatkan dengan gerakan-gerakan dzahir atau fisik. Pantaslah jika NABI MUHAMMAD SAW bersabda bahwa "satu-satunya ibadah yang tidak bisa dicampuri riya’ memperlihatkan kebaikan tertentu adalah puasa".



Melihat keterangan-keterangan Ibnu Mandzur dan Al-Razi tersebut di atas, baik tentang makna Ramadlân maupun puasa, ada indikasi bahwa seolah-olah turunnya syariat puasa, setidaknya, bersamaan waktunya dengan kelahiran bulan Ramadlan. Hal tersebut bisa dibenarkan, tentunya, dikarenakan kedua kata itu memiliki relasi makna yang dekat dan saling bersentuhan, yaitu sama-sama panas atau kering yang disebabkan berpuasa. 

Muncul pertanyaan, sejak kapan pastinya bulan Ramadlan itu ada dan sejak kapan pastinya puasa Ramadlan disyariatkan, sehingga beliau berdua mengaitkan syariat ini dengan maknanya sebagai panas, kering atau haus? Dan sejak kapan puasa diberlakukan kepada umat manusia? Bagaimana dengan puasa-puasa terdahulu yang dilakukan tidak di bulan Ramadlân? Pertanyaan-pertanyaan ini akan penulis bahas dengan menelaah kembali ayat Al-Qur’an yang menyangkut syariat untuk melakukan puasa.
Ayat Al-Qur’an yang memerintahkan kaum muslimin untuk melakukan ibadah puasa adalah
Q.S Al-Baqarah ayat 183 yang artinya:
”Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

Ayat tersebut turun tanpa sebab-sebab tertentu, sebagaimana terjadi pada kebanyakan ayat-ayat ahkam –ayat yang berkenaan dengan hukum, yang turun setelah ada peristiwa-peristiwa tertentu yang terjadi pada NABI MUHAMMAD SAW atau para sahabat.

Pada ayat yang turun ketika Nabi Muhammad SAW di Madinah ini telah disebutkan sebuah informasi yang menyatakan "sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu". 

Ada 2 persoalan pokok pada ayat tersebut yang menjadi bahan perbedaan pendapat di antara para ulama, khususnya para mufassir. Perbedaan pertama menyangkut kalimat “sebagaimana diwajibkan”. Ini menjadi persoalan karena munculnya pertanyaan apakah kesamaan berpuasa yang diwajibkan atas kaum “sebelum kamu” adalah puasa di bulan Ramadlan, atau kesamaan itu hanya meliputi hal syari'at berpuasa saja, sedangkan waktunya berada di bulan lain ?

Pada persoalan ini, perbedaan timbul di antara dua pendapat. Yang pertama, dari Sa’id bin Jabir RA [w. 95 H.], yang cenderung memaknai hukum tasybih [penyerupaan atau penyamaan] itu hanya pada kewajiban berpuasanya saja, dan tidak meliputi berapa lama dan pada bulan apa berpuasa. Pendapat ini berdasar pada realitas sejarah dimana masyarakat Jahiliyah masih mengenali syariat tersebut, walaupun telah menjadi sejarah serta tidak dilakukan di bulan Ramadlan yang sudah dikenal. Bisa jadi pendapat ini menyandarkan kepada salah satu firman ALLAH S.W.T tentang bermacam-macamnya syari'at bagi masing-masing umat manusia, Untuk tiap-tiap umat diantara kamu maksudnya: umat NABI MUHAMMAD SAW dan umat-umat yang sebelumnya, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya ALLAH S.W.T menghendaki niscaya kamu dijadikan-NYA satu umat saja, tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-NYA kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada ALLAH lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-NYA kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu [QS. 5:48].

Pendapat kedua lebih terfokus pemahamannya kepada lama hari berpuasa dan bulan diwajibkannya berpuasa. Lebih tepatnya, pendapat kedua ini mengarahkan perhatiannya kepada ayat selanjutnya, pada ayat 184, yang berbunyi, yaitu dalam beberapa hari yang tertentu [ayyâman ma’dûdât]. Dengan demikian, secara global ulama kelompok ini berpendapat bahwa puasa Ramadlan sebagaimana kaum muslimin lakukan selama ini telah diwajibkan kepada umat-umat yang terdahulu. 

Dasar pendapat ini tentu banyaknya riwayat yang menjelaskan tentang hal itu. Antara lain sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar RA [w. 73 H.], sebagaimana oleh Ibnu Katsîr [701-774 H.] dalam tafsirnya, bahwa NABI MUHAMMAD SAW bersabda:

“Puasa bulan Ramadlân telah diwajibkan oleh Allah SWT atas umat sebelum kamu”


Pada pendapat yang kedua ini masih terjadi ikhtilaf [perbedaan], apakah selama beberapa hari yang tertentu [ayyaman ma’dudat] berpuasa yang diwajibkan pada kaum dahulu itu adalah berupa sebulan penuh dalam Ramadlân atau bulan-bulan lainnya ?

Ada 2 pendapat, pertama menyatakan bahwa puasa yang disyariatkan pada umat terdahulu adalah berupa puasa selama 3 hari pada setiap bulan. Abdullah bin ‘Abbas RA [w. 69 H.] mengatakan, Syariat sebelumnya adalah puasa tiga hari setiap bulan, lalu syariat ini di-nasakh dengan syariat yang baru, melalui surat Al-Baqarah ayat 185 [Tafsir Zad-l-Mashir]. Pendapat kedua mengklaim bahwa hari-hari tertentu yang dimaksud adalah bulan Ramadlân itu sendiri. Jadi, pada bulan Ramadhan jugalah umat-umat dahulu diwajibkan berpuasa.

Al-Suday menyatakan bahwa orang-orang Nasrani sebenarnya telah memiliki syariat puasa di bulan Ramadhan. Tetapi, karena mereka merasakan berat, mereka kemudian merubahnya dengan berpuasa di waktu antara musim dingin dan musim panas, serta menambah beberapa hari. Beberapa hari tambahan itu dengan perincian masing-masing sepuluh hari sebelum dan sesudah bulan yang disepakati ulama mereka. Sehingga, mereka berpuasa selama lima puluh hari. Ibnu Jarir [224-310 H.] secara lebih berani meyakini seyakin-yakinnya adanya syariat puasa di bulan Ramadhan bagi Nasrani [Tafsir al-Thabari]. Sedangkan agamawan Yahudi, yang juga memiliki syariat puasa di bulan Ramadhan, menggantinya dengan puasa sehari dalam setahun. Hal itu, dalam informasi yang dimiliki Syihabuddin Al-Âlusi [w. 1270 H.], penulis Tafsir Ruh-l-Ma’ani, merupakan klaim mereka bahwa hari itu adalah hari tenggelamnya Fir’aun dan tentaranya di laut Merah.

Perbedaan kedua –dalam menelaah ayat syariat puasa itu– adalah tentang siapa yang dimaksud dengan “orang-orang sebelum kamu”. Pendapat pertama mengatakan yang dimaksud adalah ”orang-orang ahlul kitab”, yaitu mereka-mereka yang masih berpegang kepada kitab agama-agama sebelum Islam [Yahudi dan Nasrani]. Pendapat kedua menyebutkan kaum Nasrani-lah yang dimaksud ayat itu. Sedangkan pendapat yang ketiga mengatakan bahwa ayat itu memaksudkan seluruh umat-umat manusia sebelum umat Muhammad SAW.

Dalam kitab Perjanjian, salah satunya di Ezra 8:21, memang diinformasikan secara indikatif adanya syariat-syariat puasa dalam Kristen, tetapi tidak secara terperinci disebutkan apa yang dimaksud dengan puasa, selama berapa lama dan diwajibkan pada bulan apa. "Kemudian di sana, di tepi sungai Ahawa itu, aku memaklumkan puasa supaya kami merendahkan diri di hadapan Allah kami dan memohon kepada-Nya jalan yang aman bagi kami, bagi anak-anak kami dan segala harta benda kami”.

Dalam konteks sejarah yang lain, syariat puasa nampaknya benar-benar menjadi syariat setiap umat. Sayyidah ‘Aisyah RA menceritakan seperti yang diriwayatkan oleh Hisyam bin Urwah bahwa orang-orang Quraisy biasa menjalankan puasa di bulan Âsyura, walaupun sehari saja. Namun sejak diutusnya Nabi Muhammad SAW, puasa dilaksanakan pada bulan Ramadhan. Puasa di bulan Âsyura masih disyariatkan tetapi berada dalam status sunnah. 

Masih ada riwayat lain yang menerangkan tentang syariat puasa pada umat dahulu. Al-Dlahak, dalam riwayat Ibnu Abi Hatim, mengatakan bahwa puasa pertama kali disyariatkan di zaman NABI NUH AS, dan masih tetap berlangsung hingga zaman NABI MUHAMMAD SAW. Syihabuddin Al-Âlusi [w. 1270 H.], penulis Tafsir Ruh-l-Ma’ani, dengan berdasar hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar itu, lebih percaya bahwa puasa Ramadhan disyariatkan sejak NABI ADAM AS. Al-Zamakhsari [467-538 H.] melalui telaahnya atas asal usul bulan Ramadhan juga menegaskan bahwa puasa adalah amal ibadah yang sudah lama [Ibadah Qadimah ].

Dengan melihat hadits yang diriwayatkan Abdullâh bin Umar dan beberapa riwayat lain serta melihat proses turunnya syari'at yang tanpa diawali sebab-sebab tertentu serta beberapa hal lain –yang semuanya telah penulis singgung di atas, nampak jelas bahwa puasa pada bulan Ramadhan telah disyariatkan kembali kepada manusia, tidak hanya kepada umat MUHAMMAD SAW, setelah sebelumnya dibelokkan oleh umat-umat terdahulu. Ini lebih bisa diterima karena kemunculan NABI MUHAMMAD SAW adalah meluruskan dan memperkuat kembali syariat-syariat dari ALLAH S.W.T yang sebagaimana diceritakan dalam Al-Qur’an telah di tahrif atau diselewengkan oleh umat-umat terdahulu. Pelurusan dan penguatan syariat pada era ISLAM ini melahirkan dugaan dari para sarjana Barat, bahwa syari'at agama ISLAM tidaklah murni melainkan mengadopsi dari agama-agama sebelumnya. 

Mengenai kata Ramadhan, sebagaimana tersurat dalam hadits NABI MUHAMMAD SAW di atas riwayat Abdullah bin Umar RA– dan juga surat Al-Baqarah ayat 185, penulis merasa istilah itu mengikuti budaya Arab yang sudah mengenal tradisi ber-Ramadhan. Ketika Al-Qur’an atau Nabi SAW menyebut kata Ramadhan, masyarakat sudah tidak asing lagi dengan istilah ini. Bahkan dalam konteks struktur bahasa Arab, kata ini sudah menjadi Ism ghoiri munsharif. Artinya, makna dan maksud kata itu sudah cukup terkenal dan tidak perlu lagi mengikuti kaidah-kaidah gramatikal bahasa Arab.

Dengan demikian, kita bisa memastikan pula bahwa bulan Ramadhan itu ada, setidaknya, sejak syariat puasa diturunkan kepada umat manusia. Karena, makna Ramadhan itu sendiri adalah waktu atau keadaan atau hal dimana seseorang merasakan panas, mulut terasa kering dan tenggorokan terasa haus, yang dikarenakan sedang berpuasa. Sehingga, dengan sendirinya dan secara otomatis, bulan atau waktu dimana orang melakukan puasa disebut bulan atau waktu Ramadhan, yaitu saat yang panas, kering dan haus. 

Telah kita ketahui bahwa syariat puasa memang sudah menjadi syariat bagi setiap umat manusia. Dan di antara sekian macam syari'at, hanya ibadah puasa merupakan ibadah kontemplatif. Hal ini bisa dibenarkan, karena dalam sebuah hadits Qudsy, ALLAH S.W.T telah berfirman, “Seluruh amal ibadah anak-anak keturunan Adam diperuntukkan kepada pelakunya, kecuali puasa. Maka sesungguhnya puasa adalah untuk-Ku, dan Aku mengganjar karenanya”. Sehingga, dengan pernyataan Allah SWT itu, Imam al-Qurthubi [627-671 H.] dalam tafsirnya mengatakan bahwa ‘puasa merupakan [komunikasi] rahasia antara hamba dengan ALLAH S.W.T. Itulah, dan sudah selayaknya sangat bisa diterima jika Shuhuf-nya IBRAHIM AS, Taurat untuk MUSA AS, Injil untuk ISA AS serta Al-Qur’an untuk NABI MUHAMMAD SAW turun pertama kali pada bulan Ramadhan, bulan saat para pembebas sedang berkontemplasi.

Mungkin cuma itu saja yang bisa di uraikan tentang puasa bulan RAMADHAN dan semoga kita selalu dalam lindungan ALLAH S.W.T Aamiin... ^^

TANGGUNG JAWAB SUAMI TERHADAP ISTERI

       Sebelumnya kita membahas apa yang akan terjadi jika seorang isteri melawan kepada seorang suami. Dalam kesempatan kali ini penulis mencoba untuk membahas tentang kewajiban seorang suami terhadap isteri. Tidak lupa saya mohon ma'af sebelumnya karena mungkin masih banyak terdapat kekurangan.
       Adapaun tanggung jawab seorang suami kepada seorang isteri sebagai berikut:
  • Menjadi pemimpin anak dan isteri di dalam rumah tangganya
Seorang pemimpin yang baik akan selalu memikirkan kesejahteraan anggota keluarga dan tidak akan pernah menyakiti hati dari isterinya serta selalu mendidik anak dan isterinya ke jalan yang benar.
     Al Habib Abdullah Al Haddad berkata: 'Seorang laki-laki yang sempurna adalah dia yang mempermudah kewajiban-kewajiban kepadanya dan tidak mempermudah kewajiban-kewajibannya kepada ALLAH S.W.T dan seorang laki-laki yang kurang adalah sebaliknya.
Maksud dari penjelasan ini ialah seorang suami yang bersikap sudi mema'afkan jika isteri tidak menghias dirinya dan tidak melayaninya dengan sempurna dan lain-lain. Akan tetapi ia akan bersikap tegas jika isterinya tidak melakukan shalat atau puasa dan lain-lain,itulah seorang suami yang sempurna. Dan seorang suami yang bersikap keras jika isterinya tidak menghias dirinya atau tidak melayaninya dengan sempurna dan lain-lain tapi bersikap acuh tak acuh jika isteri meninggalkan kewajiban-kewajiban kepada ALLAH S.W.T seperti shalat puasa dan lain-lain maka dia tergolong kepada suami yang kurang.
     ALLAH berfirman dalam QS. AT TAHRIM ayat 6 yang artinya:
"Hai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan ahli keluargamu dari api neraka"
  • Mengajarkan ilmu-ilmu agama kepada isteri dan anaknya.
 Yang paling utama ialah mengajarkan ilmu fardhu 'ain (wajib) yang tergolong diantaranya ialah:
  1. Ilmu Tauhid yang bertujuan diajarkan supaya aqidahnya sesuai dengan aqidah ahli sunnah wal jama'ah.
  2. Ilmu Fiqih diajarkan supaya segala ibadahnya sesuai dengan kehendak agama.
  3. Ilmu Tasawuf diajarkan supaya mereka ikhlas dalam beramal dan dapat menjaga segala amalannya dari pada di rusakkan oleh rasa riya' (pamer), bangga, menunjuk-nunjuk orang lain dan lain-lain.
Ibnu Abbas berkata: 'Berilah pengetahuan agama kepada mereka dan berilah pelajaran budi pekerti yang bagus kapada mereka.
     ALLAH berfirman dalam QS AN-NISSA' ayat 34 yang artinya:
"perempuan perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaknya kamu beri nasehat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan kalau perlu pukullah mereka. Tetapi jika mereka mena'atimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, ALLAH maha tinggi dan maha besar"
Dengan kata lain di anjurkan bagi seorang suami memperhatikan isterinya dan mengingatkannya dengan nada yang lembut/halus serta mengarahkannya ke jalan yang benar dan mengajarinya hukum-hukum agama yang perlu diketahui olehnya seperti bersuci, haid dan ibadah-ibadah yang wajib ataupun yang sunat.

  • Memberi nafkah lahir dan bhatin
     Memberi makan, minum, pakaian, dan tempat tinggal dari uang dan usaha yang halal. Sebagaimana kebanyakan ulama yang berkata: "sekali memberi pakaian anak isteri yang menyukai hati mereka dan halal maka suami mendapat pahala selama 70 tahun."
     Janganlah sesekali para suami mendzalimi anak isteri dengan cara:
  1. Memberikan pendidikan agama yang sempurna.
  2. Memberikan nafkah lahir bhatin secukupnya.
  3. Memberi nasehat serta menegur dan memberi panduan/petunjuk jika melakukan maksiat atau kesalahan.
  4. Apabila memukul janganlah sampai melukai atau menyakiti (tidak melampaui batas)
  5. Memberi nasehat jika isteri gemar bergunjing/bergosip, mengomel serta melakukan sesuatu yang bertentangan dengan perintah agama.
  6. Melayani isteri dengan sebaik baik pergaulan.
  7. Berbicara dengan isteri dengan lemah lembut.
  8. Mema'afkan keterlanjurannya tetapi sangat memperhatikan kesesuaian tingkah lakunya dengan syari'at.
  9. Sebisa mungkin mengurangi perdebatan yang mungkin bisa berujung dengan bermusuhan/bisa mendatangkan masalah.
  10. memelihara harga diri/kehormatan mereka.
Semoga uraian di atas bisa bermanfa'at bagi para pembaca semua. Dan berikut ini ada sedikit pemberitahuan bagi para wanita tentang sifat laki-laki.
  • Di kala lelaki membisu: Tandanya dia benar-benar marah sama kamu karena selama masih ngoceh berarti masih setengah marah. Tapi kalau sudah diam membisu kemungkinan besar hal terburuk bisa menimpa hubungan kalian.
  • Di kala lelaki menceritakan masa lalunya yang buruk berarti dia mencoba untuk memberi tahu anda supaya tidak melakukan hal yang sama karena lelaki adalah makhluk traumatik dan parno. Cukup kalian berkata: "Aku tidak akan melakukan hal yang sebodoh itu" dan cukup sekali saja maka mereka tidak akan pernah lagi untuk bercerita tentang hal itu.
  • Di kala lelaki menatap dalam-dalam ke mata mu maka dia sebenarnya sedang mencari-cari jawaban apakah kalian berkata sejujurnya atau cuma bohong belaka. Namun jika dia tidak berada di dekat anda maka dia akan seringa menguji anda dengan berbagai cara.
  • Ada beberapa kemungkinan alasan buat para lelaki untuk cemburu diantaranya:
  1. Dia beneran sayang sama kamu dan sangat takut sekali kehilangan kamu.
  2. Dia punya trauma yang mungkin tidak bisa di ceritakannya kepada orang lain.
  3. Dia tipe posesif dan menguasai.
  4. Dia juga selingkuh dan tidak mau tersaingi.
     Bersyukur sekali bagi para wanita yang mendapatkan pasangan yang jika di point terakhir alasan cemburunya di nomor 1 atau 2 namun sebaliknya sangat berbeda jauh sekali jika mempunyai alasan untuk cemburu di nomor 3 atau 4 dan semoga kita semua selalu dalam lindungan ALLAH S.W.T. Aamiin... ^^

AKIBAT JIKA ISTERI MELAWAN KEPADA SUAMI

       Apa yang akan terjadi jika seandainya seorang isteri melawan kepada suami?!? Di sini penulis mencoba untuk menjelaskannya. Sebelumnya  mohon ma'af karena mungkin masih banyak kekurangan.

  • Memusuhi suami sama saja dengan memusuhi ALLAH S.W.T
 Seorang istri yang meninggalkan serta memusuhi suaminya padahal suaminya tersebut baik kepada isterinya. Sangatlah tidak mungkin masuk syurga karena bagaimana mungkin masuk syurga jika ALLAH S.W.T memusuhinya. Apalagi sampai suaminya terluka hati/fisiknya. Maka ALLAH S.W.T dan RASULULLAH SAW akan memisahkan diri dari isteri tersebut. Sebagaimana RASULULLAH bersabda yang artinya:
"Tidaklah seorang isteri menyakiti suami di dunia kecuali ia berbicara dengan mata yang berbinar, janganlah sakiti dia(suami), agar ALLAH tidak memusuhimu, jika suamimu terluka maka dia akan segera memisahkanmu kepada kami ( ALLAH dan RASUL)
HR. Tirmidzi dari Muadz bin Jabbal

  • Tidak ada nafkah bagi seorang isteri dan dia layak mendapatkan azab.
Seorang ulama dan pemikir ISLAM yang sangat terkenal akan kecerdasannya dan sangat di kagumi oleh para ulama pada waktu itu, penghafal AL-QUR'AN dan ribuan HADITS, ahli tafsir dan fiqh dari harran turkey yakni Ibnu Taimiyah sampai berkata: "Jika isteri keluar rumah suami tanpa seizinnya maka tidak ada hak nafkah dan pakaian. Tidak di halalkan bagi isteri untuk keluar dari rumah suaminya kecuali dengan izinnya(suami). Dan apabila dia keluar dari rumah suaminya tanpa seizin suami maka ia telah berbuat nusyuz(durhaka) bermaksiat kepada ALLAH dan RASUL-NYA dan dia(isteri) layak mendapat adzab.
Ibnu Taimiyah (1263-1328) adalah orang yang keras pendiriannya dan teguh berpijak pada garis-garis yang telah ditentukan oleh ALLAH, mengikuti segala perintah-NYA dan menjauhi segala larangan-NYA. Ia pernah berkata: 'jika di benakku sedang berfikir suatu masalah, sedangkan masalah itu merupakan masalah yang muskil bagiku, maka aku akan beristighfar seribu kali atau lebih atau kurang sampai dadaku lapang dan masalah itu terpecahkan. Hal itu aku lakukan baik di pasar, di masjid, atau di madrasah. Semuanya tidak menghalangiku untuk berdzikir dan beristighfar hingga terpenuhi cita-citaku.

  • Isteri yang meninggalkan suami sama saja dengan menjerumuskan dirinya sendiri ke neraka karena suami berperan apakah isterinya layak masuk syurga atau neraka.
Isteri pergi meninggalkan suami yang tergolong kepada isteri yang tidak ta'at kepada suaminya padahal jika dia tahu bahawa ta'at kepada suaminya bisa mengantar dia ke syurga. Pastilah dia akan menyesal melakukan hal itu sesuai dengan hadits RASULULLAH yang artinya:
"Dari Husain bin Muhshain dari bibirnya berkata: "Saya datang menemui RASULULLAH SAW dan beliau lalu berkata: "Apakah kamu mempunyai suami?" saya menjawab ya. RASULULLAH bertanya kembali: "Apa yang kamu lakukan terhadapnya?" saya menjawab saya tidak begitu mempedulikannya, kecuali memang untuk hal-hal yang saya memang membutuhkannya. RASULULLAH bersabda kembali: "Bagaimana kamu berbuat seperti itu, sedangkan suamimu itu adalah yang menentukan kamu masuk ke syurga atau ke neraka."
HR. Imam Nasai, Hakim, Ahmad dengan Hadis Hasan

  • Isteri meninggalkan rumah tanpa izin suami akan dilaknat oleh ALLAH S.W.T dan di marahi oleh para malaikat.
RASULULLAH SAW bersabda yang artinya:
"Hak suami kepada isterinya adalah isteri tidak menghalangi permintaan suaminya sekalipun semasa berada di atas punggung unta, tidak berpuasa walaupun sehari kecuali dengan izinnya, kecuali puasa wajib. Jika dia tetap berbuat demikian, dia berdosa dan tidak diterima puasanya. Dia tidak boleh memberi maka pahalanya terhadap suaminya dan dosanya untuk dia sendiri. Dia tidak boleh keluar dari rumahnya kecuali dengan izin suaminya. Jika dia berbuat demikian maka ALLAH akan melaknatnya dan para malaikat memarahimya kembali, sekalipun suaminya itu adalah orang yang alim."
HR. Abu Daud Ath-Thayalisi dari pada Abdullah Ummar
kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena ALLAH telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita) dan karena mereka (laki-laki)telah menafkajkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang shalehah ialah yang ta'at kepada ALLAH lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena ALLAH telah memelihara (mereka). Wanita wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menta'atimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya ALLAH maha tinggi lagi  maha besar. (QS. AN-NISA 34)
 Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan dari pada isterinya. Dan ALLAH maha perkasa lagi maha bijaksana (Qs. AL-BAQARAH 228)
 Seorang isteri yang pergi meninggalkan rumah tanpa izin suami dengan alasan apapun dan dengan kepergiannya tidak bermaksiatpun tetap saja termasuk wanita yang tidak baik (pembangkang) apalagi dia pergi dengan berpakaian yang tidak sopan seperti wanita pada zaman jahiliyah. ALLAH berfirman dalam QS. AL-AHZAB ayat 33 yang artinya:
"Menetaplah di rumah kalian (para wanita), dan jangan berdandan sebagaimana dandanan wanita-wanita jahiliyah. Dirikanlah SHALAT, tunaikanlah DZAKAT, dan patuhilah (wahai para wanita) ALLAH dan RASUL-NYA."
RASULULLAH bersabda yang artinya:
 Barang siapa yang ta'at kepadaku berarti dia telah ta'at kepada ALLAH, dan barang siapa yang tidak ta'at kepadaku maka berarti tidak ta'at kepada ALLAH. Barang siapa yang  ta'at kepada pimpinan (ISLAMI) maka berarti mereka telah ta'at kepadaku, dan barang siapa yang tidak ta'at kepada pimpinan (ISLAMI) maka berarti ia telah tidak ta'at kepadaku."
HR. Bukhairi, kitab Al-jihad, bab Yuqatilu min Wara 'il Imam, Juz-IV, hal.61

Jika seorang suami karena suatu hal (penghasilan kurang, PHK, kecelaka'an dll) suami menjadi kurang atau tidak dapat memberikan kewajibannya terhadap isteri bukan berarti isteri boleh meninggalkan rumah, karena memang tidak ada hukum ISLAM yang membolehkan seorang isteri meninggalkan rumah tanpa izin karena faktor tersebut, karena jika suami tidak dapat melakukan kewajibannya maka gugatan cerai kepada suami adalah jalan terbaik bukan malah pergi meninggalkan rumah atau suaminya. Namun perlu di ingat bahwa cerai itu boleh tapi paling di benci oleh ALLAH S.W.T

Semoga kita tergolong kepada keluarga sakinah mawaddah warrahmah dan selalu mendapat perlindungan dari ALLAH S.W.T Aamiin...

KEUTAMAAN BULAN DI TAHUN HIJRIAH

         Sebagai umat ISLAM kita mempunyai bulan dan tahun sendiri yaitu tahun HIJRIAH yang mana pada bulan-bulan tersebut banyak sekali terdapat keutama'an dan berkah dari ALLAH S.W.T. Di sini penulis mencoba menguraikan apa saja keutama'an dari bulan-bulan tersebut. Mungkin cuma sedikit yang bisa penulis uraikan dan tidak semuanya bisa di jelaskan. Semoga para pembaca bisa mengambil hikmahnya Aamiin...

       1. MUHARRAM
     Bulan muharram adalah bulan pertama pada tahun HIJRIAH dan salah satu dari empat bulan yang di hormati. MUHARRAM berarti diharamkan.
Kita di sunatkan untuk membaca do'a awal tahun yang waktunya dilaksanakan selepas manunaikan ibadah shalat maghrib.
      Di bulan MUHARRAM mengandung berbagai peristiwa penting dalam perkembangan ISLAM sejak nabi ADAM di jadikan oleh ALLAH S.W.T. Satu kelebihan pada bulan MUHARRAM adalah pada hari kesepuluh yang di kenal dengan hari 'ASYURA. Pada hari tersebut di sunatkan berpuasa bagi umat ISLAM.
AL IMAM AT TARMIZI meriwayatkan dari ABU QUTADAH bahwa RASULULLAH bersabda yang artinya:
"Berpuasa pada hari 'ASYURA akan termasuk dalam hitungan ALLAH S.W.T bahwa puasa ituakan menutup dosa setahun sebelumnya".
Kelebihan berpuasa di bulan MUHARRAM sebagaimana di riwayatkan oleh IMAM MUSLIM dari ABU HURAIRAH RA. RASULULLAH SAW bersabda yang artinya:
"Puasa yang utama (afdal) sesudah bulan RAMADHAN ialah puasa di bulan MUHARRAM". 
        2. SAFAR
     SAFAR adalah bulan kedua mengikuti perkiraan bulan kalender ISLAM yang berdasarkan tahun Qamariyah (perkira'an bulan mengelilingi bumi). Safar yang berarti kosong dan dinamakan safar karena di bulan ini orang-orang Arab sering meninggalkan rumah tangga mereka menjadi kosong karena melakukan serangan dan menuntut pembalasan pada musuh-musuh mereka.
     Menurut kepercayaan turun temurun setengah orang ISLAM yang jahil, bulan safar ini merupakan bulan turunnya bencana dan malapetaka khusunya pada hari rabu di minggu terakhir. Oleh karena itu mereka melakukan semacam ritual-ritual untuk menolak malapetaka yang mereka percayai itu. Selama berpuluh tahun bahkan sampai beratus tahun lamanya mereka telah mengamalkan mandi-manda dan berpesta yang di kenali dengan "mandi safar" pada hari rabu di minggu terakhir pada bulan safar ini. Kebanyakan dari mereka tidak mau mengadakan resepsi pernikahan di bulan ini.
     Sebenarnya bencana dan malapetaka itu tidak hanya terjadi di bulan SAFAR saja namun juga berlaku di bulan lainnya. Dan tentunya ISLAM melarang keras kepercayaan tersebut sebagaimana ALLAH S.W.T berfirman dalam Q.S ATTAUBAH ayat 51 yang artinya:
"Katakanlah (wahai MUHAMMAD): tidak akan sekali-kali menimpa kami sesuatu apapun melainkan apa yang telah di tetapkan oleh ALLAH S.W.T bagi kami. DIA lah pelindung yang menyelamatkan kami, dan (dengan kepercayaan itu), maka hanya kepada ALLAH S.W.T lah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakkal".
     Oleh sebab itu kita sebagai umat ISLAM yang beriman hendaklah membuang prasangka itu. Dan membuang semua kepercayaan yang percaya kepada sebuah benda atau lain sebagainya supaya kita terlepas dari yang namanya syirik.

       3. RABIUL AWAL
    RABIUL AWAL adalah bulan ke tiga menurut tahun ISLAM. RABIUL AWAL berarti musim bunga yang pertama. Bulan ini termasuk kepada bulan yang terkenal bagi umat ISLAM. Karena pada bulan ini lah Nabi MUHAMMAD SAW di lahirkan yakni lebih tepatnya pada tanggal 12 RABIUL AWAL. Kemudian menjadi RASUL pada tanggal 9 RABIUL AWAL dan wafat pada tanggal 12 RABIUL AWAL juga.
     ALLAH S.W.T berfirman dalam Q.S ALI IMRAAN ayat 31-32 yang artinya:
"Katakanlah (wahai MUHAMMAD): Jika benar kamu mengasihi ALLAH S.W.T maka ikutilah Aku, niscaya ALLAH S.W.T mengasihi kamu dan mengampuni dosa-dosa kamu.Dan (ingatlah) ALLAH S.W.T maha pengampun lagi maha mengasihani. Katakanlah (wahai MUHAMMAD) ta'atlah kamu kepada ALLAH S.W.T dan RASUL-NYA. Oleh itu jika kamu berpaling, maka sesungguhnya ALLAH S.W .T tidak suka kepada orang-orang yang kafir".
       4. RABIUL AKHIR
     RABIUL AKHIR adalah bulan ke empat pada tahun hijriah. RABIUL AKHIR juga dikenal sebagai RABIUL TSANI yang berarti musim bunga yang kedua.

       5. JAMAIDIL AWAL
     JAMAIDIL AWAL yaitu bulan ke lima pada kalender ISLAM yang berarti adalah musim sejuk yang pertama.

       6. JAMAIDIL AKHIR
     JAMAIDIL AKHIR ialah bulan ke enam pada tahun HIJRIAH dan pada bulan ini terjadi suatu peristiwa yang di sebut dengan perang zi qarad. Dalam peperangan ini tercatat kehebatan ISLAM pada zaman RASULULLAH SAW. Tentara ISLAM yang hanya memiliki 30.000 orang mengalahkan tentara rom yang memiliki lebih dari 100.000 orang. Tentara ISLAM di pimpin oleh Khalid bin Al Walid dan Abu 'Ubaidah. Dan ada juga yang mempunyai pandangan dengan mengatakan peperangan itu terjadi pada bulan rejab tahun ke - 15 HIJRIAH.

       7. REJAB
     REJAB yaitu bulan ke tujuh dalam calender ISLAM yang berarti kebesaran. Bulan ini merupakan bulan yang mulia dalam ISLAM bahkan smenjak zaman jahiliah dulunya. REJAB termasuk salah satu bulan-bulan haram yang empat.
     Di dalam bulan ini kita di anjurkan memperbanyak amalan ibadah dan menjauhkan diri dari segala macam perbuatan maksiat serta kemungkaran.
     Amalan puasa di bulan REJAB adalah salah satu cara untuk menambah pahala amal ibadah kita untuk menjauhkan diri dari segala macam maksiat. Sesungguhnya barang siapa yang mendahagakan dirinya dengan berpuasa di dalam bulan ALLAH S.W.T (Bulan REJAB) maka ia memperoleh ganjaran dari ALLAH S.W.T. Selain itu kita juga di anjurkan untuk membaca ISTIGHFAR sebanyak banyaknya dan melakukan ibadah-ibadah lainnya.

       8. SYA'ABAN
     SYA'ABAN adalah bulan ke delapan pada kalender ISLAM yang berarti berpecah belah. Bulan ini dinamakan demikian karena orang-orang arab berpecah belah untuk pergimencari air. Dalam bulan ini juga terjadi peristiwa penting dalam sejarah ISLAM yaitu peralihan kiblat dari MASJID AL-AQSA ke KA'BAH di MASJIDIL HARAM. Semenjak peristiwa itu setiap menunaikan shalat dengan menghadap ke ka'bah sebagai kiblat.
     SYA'ABAN merupakan salah satu bulan yang mempunyai keistimewaan tersendiri di dalam ISLAM. Keadaan ini samalah dengan bulan REJAB dan RAMADHAN yang mepunyai keistimewaan tersendiri. Oleh karenanya kehadiran bulan-bulan ini selalu di tunggu oleh orang-orang yang beriman dan bertaqwa kepada ALLAH S.W.T sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh AL IMAM ABU DAUD dari AISYAH RA yang artinya:
"Bulan yg paling di cintai oleh RASULULLAH SAW akan berpuasa di bulan SYA'ABAN kemudian akan meneruskannya di bulan RAMADHAN".
     Pada bulan ini juga terdapat suatu malam yang di namakan dengan malam NISFU SYA'BAN dan kita juga di himbau untuk melakukan amalan dengan membaca AL-QUR'AN dan surah YAASIN untuk menghidupkan kembali malam tersebut. AL IMAM IBNU MAJAH meriwayatkan dari ALI RA yakni RASULLULAH SAW bersabda yang artinya:
"Apabila tiba malam pertengahan SYA'BAN maka hendaklah menghidupkan malam itu (dengan beramal ibadah) dan berpuasa di siangnya, maka sesungguhnya ALLAH S.W.T turun pada waktu itu lantaran terbenamnya matahari ke langit dunia dan berfirman: "Siapa yang memohon ampun maka AKU akan mengampuninya, siapa yang meminta rezeki maka AKU akan karuniakan kepadanya rezeki, siapa yang di timpa musibah maka AKU akan melepaskannya, adakah kamu...adakah kamu...adakah kamu...(berurutan pertanyaan dari ALLAH S.W.T) sehingga terbitnya fajar SHUBUH".
       9. RAMADHAN
     RAMADHAN yaitu bulan ke sembilan di tahun HIJRIAH yang mempunyai banyak kelebihan. Berikut ada beberapa hadis yang menyebutkan keutama'an tentang bulan RAMADHAN.
  • ABU HURAIRAH menyatakan RASULULLAH SAW bersabda yang artinya: 
"Apabila telah tiba RAMADHAN, maka di bukakanlah semua pintu Syurga dan di tutup segala pintu Neraka dan di ikat segala seytan."
 hadits di riwayatkan: IMAM BUKHAIRI, MUSLIM, NASAI'E,AHMAD dan BAIHAQI.
  • Dari ABU HURAIRAH RASULULLAH SAW bersabda yang artinya:
"Siapa yang berpuasa penuh di bulan RAMADHAN dengan penuh keimanan dan keikhlasan niscaya akan diampuni segala dosanya yang telah lalu.
 hadits riwayat: IMAM NASAI'E, IBN MAJJAH, IBN HABBAN dan BAIHAQI.
  • ABU HURAIRAH berkata aku telah mendengar RASULULLAH SAW bersabda yang artinya:
"SHALAT FARDHU kepada SHALAT yang sebelumnya merupakan penebus apa antara keduanya, dan JUM'AT kepada JUM'AT yang sebelumnya merupakan penebus antara keduanya, dan bulan kepada bualan (yaitu RAMADHAN) merupakan kaffarah antara keduanya melainkan tiga golongan: Syrik kepada ALLAH S.W.T, meninggalkan sunnah dan perjanjian (dilanggar) telah berkata ABU HURAIRAH: maka aku tahu perkara itu akan berlaku maka aku bertanya wahai RASULULLAH adapun syrik dengan ALLAH S.W.T telah kami tahu maka apakah perjanjian dan meninggalkan sunnah BAGINDA SAW bersabda: adapun perjanjian engkau membuat perjanjian dengan orang lain dengan sumpah kemudian engkau melanggarnya maka engkau membunuhnya dengan pedang engkau, manakala meninggalkan sunnah maka keluar dari pada jama'ah (ISLAM)
 hadits riwayat: AHMAD, AL HAKIM, BAIHAQI
  • Dari ABI SOLEH AZ-ZAYYAT bahwa ia telah mendengar ABU HURAIRAH berkata RASULULLAH teleh bersabda yang artinya:
"Setiap amalan anak ADAM baginya melainkan puasa untukKU dan AKU akan membalasnya. Dan puasa adalah perisai, maka apabila seseorang berada pada hari puasa maka dia dilarang untuk menghampiri (bercumbu) pada hari itu dan tidak meninggikan suara. Sekiranya dia di hina atau di serang maka dia berkata: sesungguhnya aku berpuasa demi ALLAH S.W.T yang mana diri nabi MUHAMMAD di tangan NYA maka perubahan bau mulut orang berpuasa lebih harum di sisi ALLAH S.W.T pada hari kiamat dari pada bau kasturi, dan bagi orang berpuasa dua kegembiraan dengan waktu berbukanya dan apabila bertemu dengan ALLAH S.W.T dia gembira dengan puasanya.
 hadits riwayat: IMAM BUKHAIRI, MUSLIM, NASAI'E, AHMAD, IBN KHUZAIMAH, IBN HABBAN, dan BAIHAQI.
  • ABU HURAIRAH berkata: aku telah mendengar RASULULLAH SAW bersabda yang artinya:
"Siapa yang mendirikannya (puasa RAMADHAN) penuh keimanan dan keikhlasan di ampunkan baginya dosanya yang telah lau.
 hadits riwayat: BUKHAIRI, MUSLIM, TARMIZI, ABU DAUD, NASAI'E, MALIK, AHMAD dan BAIHAQI

       10. SYAWAL
     SYAWAL merupakan bulan ke sepuluh pada tahun HIJRIAH dan juga sebagai puncak kegembiraan bulan puasa dengan datangnya HARI RAYA IDUL FITRI. Dan di ketika itu semua golongan dari anak-anak remaja dewasa dan para orang tua lengkap dengan persiapannya masing-masing.
     HARI RAYA IDUL FITRI bertujuan untuk merayakan kejayaan dan kemenangan yang telah di peroleh selama berpuasa di bulan RAMADHAN. Maka mereka akan berkumpul d MASJID ataupun di lapangan yang luas untuk menunaikan SHALAT ID berjama'ah sambil berzikir, bertakbir, tahlil, dan bertasbih.
     AL-IMAM AT-TABARANI telah meriwayatkan dari ANAS bahwa RASULULLAH SAW bersabda yang artinya:
"Hiasilah hari raya kamu itu dengan TAKBIR"
      Dalam bulan SYAWAL ini juga banyak terdapat amalan amalan seperti puasa enam. AL-IMAM IBNU MAJAH telah meriwayatkan dari ABU AYYUB bahwa RASULULLAH SAW bersabda yang artinya:
"Barang siapa berpuasa di bulan RAMADHAN di ikuti puasa enam hari di bulan SYAWAL adalah menyerupai puasanya itu puasa setahun".
Puasa ini lebih afdhal dilakukan selepas hari raya dengan berturut turut.

       11. ZULKAEDAH
     ZULKAEDAH adalah bulan ke sebelas di tahun HIJRIAH yang berarti tempat duduk. Peristiwa-peristiwa bersejarah yang berhubungan dengan ibadah haji dan umrah terjadi pada bulan ini yaitu RASULULLAH SAW telah memimpin umat ISLAM menuju MEKAH untuk mengerjakan UMRAH yang pertama.

       12. ZULHIJJAH
     ZULHIJJAH yaitu bulan terakhir yakni bulan ke dua belas di tahun hijriah. Pada bulan ini juga umat ISLAM merayakan HARI RAYA IDUL ADHA. Semua umat ISLAM merayakan HARI RAYA IDUL ADHA pada tanggal 10 ZULHIJJAH dan akan dilaksanakannya amalan lain setelah itu yaitu dengan menyemblih hewan qurban. Amalan menyemblih hewan qurban merupakan salah satu bukti keikhlasan dan ketaqwaan kita dalam menghidupkan syiar agama ISLAM.
     Berkorban itu hukumnya sunat, dan fadhilat yang di peroleh dari berkorban sangatlah besar diantaranya:
  • Menambah amal kebajikan
  • Sebagai penebus dosa
  • mendapat tempat yang mulia di sisi ALLAH SWT
     Pada bulan ini juga kita di sunatkan untuk berpuasa yakni puasa ARAFAH. AL-IMAM UBNU MAJAH telah meriwayatkan dari ABU QATADAH bahwa RASULULLAH SAW bersabda yang artinya:
"Puasa pada hari arafah akan termasuk dalam hitungan ALLAH S.W.T bahwa puasa itu akan menutup dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya".
      Maksud dari menutup dosa adalah diampunkan semua dosa kecil yang telah dilakukannya kecuali terhadap dosanya sesama manusia, jika ia tidak mempunyai dosa kecil maka ALLAH S.W.T akan meninggikan derajatnya dan memeliharanya dari pada melakukan dosa.
     Semoga kita tergolong kepada orang yang beriman dan bertaqwa kepada ALLAH S.W.T Aamiin...

PSIKOTERAPI SECARA ISLAM

         Di sini penulis mencoba untuk memberi tahu terapi menurut ajaran ISLAM dan semoga berkenan di hati para pembaca semua. Kita sebagai manusia sudah tentu tidak luput dari yang namanya kejahatan, dosa, penyakit, dan tekanan terhadap lingkungan. Dan sebagai kaum muslim/muslimah kita harus menguatkan dan memantapkan diri serta selalu ingat tehadap ALLAH S.W.T.
         Ketika anda menghadapi masalah dan mungkin menyebabkan ragu, bingung, bimbang, dan bahkan patah semangat atau putus asa. Sesungguhnya di sinilah iman seseorang sedang di coba maka segeralah untuk lebih memperkuat iman lagi. Mungkin terapi berikut bisa anda lakukan untuk mencoba mulai bangkit kembali.
  1. Pilih tempat yang tenang dimana tidak seorangpun bisa mengganggu anda selama menjalani meditasi. Tutup jendela dan matikan lampu serta elektronik lainnya seperti hand phone yang mungkin bisa saja mengganggu selama meditasi.
  2. Duduk dengan posisi nyaman sehingga membuat kaki anda rata di lantai. Atau berbaring dengan tangan terlentang di samping tubuh anda.
  3. Ambil nafas dalam-dalam seiring dengan menutup mata lalu tahan beberapa detik dan lepaskan perlahan seiring juga dengan membuka mata.
  4. Sekarang fokus dengan setiap hembusan nafas tersebut dan menyingkirkan semua permasalahan yang ada baik itu kekhawatiran, keprihatinan, stres, dan ketegangan otot dengan relax.
  5. Ketika anda merasa dalam fokus yang santai maka yang ada di fikiran anda hanyalah ALLAH S.W.T. Maka sebutlah nama ALLAH S.W.T setiap kali anda menghembuskan nafas setelah menghirupnya dalam-dalam. Teruslah mengulangi dengan menyebut nama ALLAH S.W.T dan menempatkan diri di tangan ALLAH S.W.T dengan segala tunduk dan menghormati tubuh serta hati anda dengan terang. Semua datang dari ALLAH S.W.T dan akan kembali kepada ALLAH S.W.T.
  6. Setelah beberapa saat anda mungkin merasa berada di dunia lain seperti trans rohani dan ada sebuah gerbang di depan anda sehingga anda merasa dekat dengan ALLAH S.W.T.
  7. Di sini anda mungkin bisa berfikiran jernih apa yang seharusnya anda lakukan untuk kedepannya. Maka ingatlah sesungguhnyya ALLAH S.W.T tidak akan memberikan cobaan ataupun ujian di luar batas kemampuan dari manusia itu sendiri.
  8. Setelah anda merasa cukup mempunyai pemikiran yang jernih maka ambillah posisi duduk serta mengucaplah dan memohon ampun kepada ALLAH S.W.T.
  9. Meditasi berhasil apabila anda merasa tenang serta berfikiran jernih dan tentunya semua atas izin ALLAH S.W.T. Sesungguhnya kehidupan yang sebenar-benarnya adalah akhirat maka janganlah sia-siakan kehidupan di dunia. Karena dunialah jalan untuk menuju akhirat.

         Semoga terapi yang saya sampaikan bermanfaat bagi para pembaca semua Aamiin...

SURAT SEORANG IBU UNTUK CALON MENANTU PEREMPUAN

Tahukah engkau hey sang gadis? Siapakah lelaki yang hendak engkau nikahi? Ya dia adalah anak kandungku. Dimana aku telah mengandung 9 bulan dan melahirkannya antara hidup dan mati. Kemudian aku telah menyusuinya. Betapa senangnya aku melihat kelincahan dia semasa kecil. Hanya dialah yang selalu membuat aku tersenyum apalagi sejak ia di tinggal oleh ayahnya. Walaupun hidup terasa sulit bagiku namun dialah yang selalu membuat aku bersemangat untuk menjalani hidup ini. Dan betapa senangnya hatiku ini ketika dia mulai beranjak remaja dan mengukir banyak prestasi. Sampailah sekarang dia menjadi seorang dewasa yang shaleh, tampan, gagah, mapan dan berwibawa. Tahukah engkau hey sang gadis? betapa cemburunya aku ketika anakku mengatakan ingin menyempurnakan agamanya dan hendak menikah. Hanya karena aku takut kehilangan dia dan rasa sayangnya akan berpaling kepadamu. Dan memang ternyata engkaulah gadis yang beruntung itu yang telah dipilihnya. Namun di balik itu semua aku tersenyum bahagia karena aku tahu dimana anakku tidak akan salah memilih seorang gadis sepertimu. Aku berharap engkau bisa menyayanginya seperti halnya juga aku yang sangat menyayangi dia. Jadilah seorang isteri yang sholehah yang tidak pernah mengeluh di dalam keadaan susah dan menjadi tempat bersandarnya serta selalu bersyukur terhadap ALLAH S.W.T setiap mendapatkan rezeki. Semoga kelak kalian memiliki keluarga yang Sakinah Mawaddah Warrahmah dan selalu dalam lindungan ALLAH S.W.T. Aamiin...

HAKIKAT HIDUP

     Mungkin saudara/i bertanya-tanya apa sebenarnya hidup itu. Di sini penulis akan mencoba membahas apa sebenarnya kehidupan itu. Namun sebelumnya penulis minta ma'af jikalau nanti ada perbedaan yang kurang berkenan di hati saudara/i.
     Pada hakikatnya hidup itu adalah pilihan dimana selalu akan ada dua hal yang akan bertentangan dimana jawabannya hanya ada dua yaitu ya atau tidak. Secara tidak langsung kita sebagai umat manusia terkadang lupa atau bahkan mungkin menyepelekan hal-hal kecil padahal sesuatau yang kita anggap kecil itulah yang bahkan akan menjatuhkan kita. Sebagai contoh seseorang tidak akan tersandung oleh batu besar karena dia tahu dan jauh sebelum lewat batu itu dia sudah tahu kalau di situ ada batu besar. Akan tetapi seseorang akan bisa terpeleset oleh kerikil kecil dan kerikil yang kecil itulah yang menyebabkan dia terjatuh. Jadi kita sebagai manusia pada dasarnya janganlah sekali-kali menyepelekan hal-hal yang kecil karena sesuatu yang kecil akan bisa menjadi besar apabila dibiarkan.
     Manusia adalah makhluk sosial dimana dia tidak bisa hidup sendiri. Kalaupun ada manusia yang sombong berkata dia bisa hidup sendiri itupun tidak akan bertahan lama karena dia akan terjatuh dengan kesombongannya itu. Maka janganlah sekali-kali kita sebagai manusia mempunyai sifat sombong karena kesombongan itu hanya milik ALLAH S.W.T. Tidak ada seorang manusiapun yang pantas bersifat sombong dan semoga kita selalu tergolong kepada orang-orang yang rendah hati dan tidak sombong Aamiin.
     Seperti yang telah kita ketahui bersama kehidupan itu bukan hanya di dunia karena akan ada kehidupan setelah meninggal yaitunya kehidupan di akhirat. Maka jangan saudara/i terpesona dengan kehidupan dunia karena kita hanyalah sementara di dunia karena kehidupan yang sebenarnya di akhirat kelak. Semoga kita tidak tergolong kepada orang-orang yang lalai serta selalu tergolong kepada orang-orang yang menjalankan perintah ALLAH S.W.T  dan meninggalkan semua larangan-NYA Aamiin.
     Jadi kita sebagai manusia berhati-hatilah dalam setiap melakukan tindakan di dunia. karena hidup itu pilihan maka akan selalu ada dua hal yang bertentangan dimana yang satu akan menyelamatkan kita namun pilihan yang satu lagi akan menjerumuskan kita dan bahkan bisa membuat seseorang terjebak untuk selamanya. Maka kita sebagai umat manusia berhati-hatilah dalam melakukan setiap tindakan. Pikirkan terlebih dahulu apa tindakan yang seharusnya kita ambil jika ada dua hal yang bertentangan. Semoga kita selalu dalam lindungan ALLAH S.W.T Aamiin...

CINTA DAN KASIH SAYANG

Setiap manusia sudah tentu pernah merasakan cinta dan kasih sayang baik itu sama orang tua, orang terdekat dan orang lain. Apakah arti cinta yang sebenarnya? Sampai saat ini semakin banyak orang mengartikan kata cinta maka artinya semakin bertambah banyak karena jalan setiap orang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. mari kita tinjau arti cinta dari berbagai kalangan.

1. Dari kalangan muslim/muslimah
       Muslim/muslimah di sini mencakup semua umur asalkan dia beriman dan berbeda dengan uraian yang berikutnya. Bagi kaum muslim/muslimah sudah tentu bagi mereka cinta yang paling utama adalah cinta terhadap ALLAH S.W.T. Karena hidup di dunia hanya sementara dan kehidupan yang sebenarnya adalah kehidupan setelah meninggal yaitu di akhirat kelak nantinya. Mengapa ALLAH S.W.T menciptakan bumi dan seisinya yang begitu indah? Semua itu karena ALLAH S.W.T ingin melihat seberapa kuatnya iman manusia dengan godaan-godaan duniawi yang sudah tentu di tambah dengan godaan seytan. Maka dari itu kita sebagai manusia harus selalu syukur nikmat terhadap apa yang di berikan oleh ALLAH S.W.T. Kita harus yakin apapun yang terjadi pada diri kita maka itulah yang terbaik dan ALLAH S.W.T tidak akan memberikan cobaan kepada hamba-NYA yang melebihi dari kemampuan manusia itu sendiri.

2. Dari kalangan anak-anak
       Bagi anak-anak mungkin masih belum tahu apa itu cinta. Namun demikian setiap anak menginginkan cinta dan kasih sayang dari orang tuanya. Dan sebagai orang tua yang baik sudah tentu harus mencintai dan menyayagi anaknya sendiri. Jangan cuma bisa membuat saja namun tidak bisa untuk bertanggung jawab. Banyak peristiwa yang kita temukan sekarang anak yang di buang dan ditelantarkan (na'udzubillahminzalik). Semoga kita tergolong kepada orang yang selalu memberikan cinta dan kasih sayang terhadap anak anak.

3. Dari kalangan remaja(ABG)
       Biasanya anak-anak remaja sering terbawa oleh arus pergaulan. bagi mereka cinta itu hanya perasaan suka antara lawan jenis. Seperti apakah perasaan itu mereka sendiri juga labil dan seperti yang telah kita ketahui masa mereka di kenal dengan cinta monyet.

4. Dari kalangan pemuda/pemudi
       mungkin kalau dibahas dari kalangan muda/mudi akan membutuhkan waktu yang panjang untuk menguraikan satu persatu. Namun di sini penulis akan mencoba untuk menguraikan sedikit saja. bagi muda dan mudi yang belum memiliki keseriusan dalam menjalin suatu hubungan cinta itu bisa di bilang nafsu karena mereka hanya melihat pasangannya dari segi fisik. Apalagi zaman sekarang ini kalupun mereka mencintai lewat hati (katanya sech...) namun itu hanya sekedar gombal karena yang di maksud mereka mencintai dengan hati ialah cinta akan harta dan properti. Adapun yang bilang cinta karena kepribadian di sebabkan cinta karena memiliki mobil serta rumah pribadi (pokoknya semua pribadi dah...)
       Lain halnya dengan para muda/mudi yang ingin menjalin hubungan serius dan ingin melanjutkan ke hubungan yang lebih lanjut. Bagi mereka cinta adalah suatu hubungan yang di dasarkan atas rasa suka yang tumbuh dari dalam hati tanpa ada maksud lain dari dalam hatinya. Bagi mereka cinta itu butuh pengorbanan dan mereka tidak pernah melihat kekurangan yang ada dari pasangannya. Mereka mencintai pasangannya tulus bahkan mereka mencintai pasanngannya karena kekurangannya dimana merekalah yang akan melengkapi kekurangan pasangannya tersebut sehingga hubungan mereka berdua menjadi sempurna.

5. Dari kalangan suami istri/rumah tangga
       Suatu rumah tangga biasanya akan tetap kekal dan bertahan kalau mereka masih memiliki rasa cinta dan kasih sayang. cinta bagi mereka adalah suatu hubungan yang sakral sehingga mereka merasa bertanggung jawab atas keluarganya. Kalaupun diantara mereka ada salah paham merekapun tidak langsung menyalahkan pasangannya. Namun mereka akan interopeksi diri sendiri terlebih dahulu. Mengapa sering terjadi perceraian? Itu disebabkan karena di antara mereka sudah tidak ada lagi rasa cinta sehingga pudarlah rasa itu. Lama kelamaan rasa itu menjadi hilang. Ingatlah cerai adalah hal yang paling di benci oleh ALLAH S.W.T karena dengan adanya perceraian maka secara tidak langsung hubungan silaturahim akan terputus. ALLAH S.W.T menganjurkan agar kita sebagai makhluk ciptaan-NYA lebih tepatnya umat manusia selalu menjaga hubungan silaturahim antara yang satu dengan yang lainnya.

Mungkin cuma dari 5 kalangan tersebut yang bisa di bahas dalam kesempatan ini dan penulis akan mencoba untuk menguraikannya dari berbagai kalangan dalam artikel yang berikutnya. ASSALAMU'ALAIKUM.WR.WB... :)